Cinta itu percuma (bagian akhir)

     Sudah tiga tahun Amri meninggalkanku dalam kecelakaan mobil yang saat itu ia kendarai menuju kampus untuk menjemputku. Lelaki yang sudah menemani hariku sejak kelas dua SMA itu meninggal dunia.
Aku terpukul, bagaimana tidak ? ia berjanji akan melamarku setelah aku lulus kuliah . Namun nyatanya apa ? Tuhan mengambilnya, Tuhan lebih sayang Amri . Bobby masih menunggu jawabanku sambil memakan hidangan yang sudh tersaji diatas meja, mandadak aku tidak nafsu makan. 
     "Sudahlah Bob,kan ada kamu. Sahabat akan selalu saling menjaga, bukan ?. Hatiku sudah mati rasa, mati terbawa kedalam pusaranya" Bobby tertunduk, lalu kami makan malam dengan diam,dengan pikiran masing-masing.
     "Ces, kamu harus belajar mencintai lagi . Kamu wanita, cantik, pintar, kamu harus terbuka . Jangan terlalu lama menutup diri. Sadarlah didunia ini bukan hanya Amri yang mencintaimu" Ucap Bobby sehalus mungkin. Aku tergelak, lagi-lagi pelupuk mataku basah. Aku benci keadaan ini.
     "Siapa Bob? hanya Amri yang mampu membuatku mati rasa. Hanya perasaanku padanya membuatku seolah lupa akan kasih sayang seorang lelaki!" Bentakku pada Bobby, lalu Bobby mencoba menenangkanku. Bobby memelukku,aku benci menangis dipelukan Bobby, aku merasakan perasaan nyaman yang dulu kurasakan ketika bersama Amri, nmun aku tidak mau mengalami kehilangan lagi yang membuatku semakin terpuruk.
     "Aku Ces, ada aku yang selalu mencintaimu. Aku sanggup menggantikan Amri. Sudah cukup kamu menyendiri selam tiga tahun dan hidup dengan bayang-bayang Amri. Aku selalu mencintaimu, sejak lama"
Aku tersentak, lalu kulepaskan pelukan Bobby .
     "Untuk apa Bob? Toh nanti nasib kita akan sama seperti Amri. Kau dan aku akan mati. Sebenarnya untuk apa sih Tuhan menciptakan rasa cinta kalau pada akhirnya kita akan dipisahkan juga oleh kematian ?
Cinta itu percuma Bob ! Walaupun kita menikah nantinya, tapi salah satu dari kita akan saling meninggalkan . Karena kita hidup didunia yang sementara, cinta itu sementara. Sementara, Bobby"
Tangisku semakin pecah, Bobby hanya memandangku dengan tatapan nanar.
     "Untuk itulah Ces . Tuhan menciptakan rasa cinta agar kita bisa memaknai kehidupan yang sementara ini. Agar kita bisa saling bahagia walaupun hanya sesaat, agar kita bisa membuat kenangan indah yang bisa diceritakan anak kita nanti . Untuk itu, Cesaria . Jangan pernah menyalahkan apa yang telah Tuhan ciptakan, karena Tuhan menciptakan sesuatu tanpa cela." Jelas Bobby. Aku menenangkan diriku.
     "Entahlah Bob, entah sampai kapan aku terus beranggapan bahwa cinta itu percuma. Aku hanya tidak siap kalau suatu saat nanti harus kehilangan orang yang aku cintai lagi, yaitu kamu" 

Komentar

Postingan Populer