2013 ku ada kamu
Tahun baru 2013 telah masuk, dan berbagai resolusi terucap dibibir orang-orang yang merasa 2012 belum menjadi tahun kejayaannya. Banyak juga orang yang merayakannya dengan berbagai cara, mulai dari menghabiskan waktu sama keluarga, sama pacar, sahabat, dan rekan kerja mungkin ? . Memasuki tahun yang baru ini, gue gak tahun baru sendirian, gue tahun baru sama keluarga gue, sahabat, dan kembalinya pacar gue, Akbar. Malam tahun baru sendiri gue habiskan melihat kembang api bersama dia disekitaran jalan Sudirman-Thamrin-HI yang kebetulan memang ditutup untuk kendaraan roda dua, tiga, empat, sepuluh.. -.- .
Pokoknya jalanan ditutup deh, karena ada peraturan dari Gubernur Jakarta yang baru nih, Pak Jokowi, menurut gue, peraturan ini sangat mengasyikan, dia tahu warga Jakarta tidak semuanya dapat menyaksikan kembang api dari dekat sebelum tahun ini, dia tahu, ada banyak warga Jakarta yang jarang sekali menikmati tahun baru diluar rumah, gue salah satunya.
Sebelum gue mengenal Car Free Night tahun ini, tahun baru hanya gue habiskan dirumah dengan menonton film yang disajikan salah satu stasiun tv swasta spesial malam pergantian tahun, selalu begitu.
Nah, baru kemarin ini gue merayakan tahun baru gue yang menurut gue bermakna . Bermakna disini bukan karena gue bisa jalan sama pacar gue, melainkan gue bisa melihat ribuan masyarakat Jakarta (entah itu ada yang dari luar jakarta atau enggak) sama-sama ingin menyaksikan malam pergantian tahun, menghitung mundur tiap detiknya, dan mengucap resolusi dimalam itu .
Malam itu tepat pukul 20.00 WIB akbar menjemput gue dirumah, dengan tampang gue yang lusuh karena dia bohongin gue, gue udah sebel setengah mati karena gajadi tahuan baruan sama dia, dan tiba-tiba dia datang seperti kirito gadungan dan mengajak gue keluar dari rumah. Malm itu hujan cukup besar sehingga gue harus memakai payung, dipikiran gue, antusias masyarakat pada malam pergantian tahun ini gak begitu besar, ternyata.. gue salah besar. Gue dan akbar memasuki jalan sudirman dan rasanya seperti akan thawaf di Mekkah, banyak sekali orang yang menuju ke arah HI dengan payung mereka masing-masing.
Sama-sama berjalan dengan ritme yang sama, pelan tapi pasti .
Saat itu gue melihat gagasan gubernur jakarta ini, baik banget . Para pedagang, mau dari pedagang apa saja malam itu kebanjiran pembeli, ini juga menjadi peluang usaha bagi penjual -penjual makanan, minuman, bando, terompet, dan apapun itu, pasti mereka juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang gue rasakan malam itu .
Malam itu, kembang api bagai bom cantik yang terus ditembakkan ke langit, tahun baru yang mungkin menghabiskan dana bagi orang-orang yang membakar uangnya (re: membeli kembang api) , tapi masa bodoh lah, toh kembang api itu indah, dan bukan gue yang beli hahaha.
Dijalan pulang, gue sempet nanya sama akbar "Bar, tahun besok kita kesini lagi ga?"
Lalu tangannya mengusap lembut kepala gue "Insyaallah, kita kesini lagi " Katanya dengan nada yang pelan karena ditutupi oeh suara kembang api yang menggelegar .
Dan gue masih disini, ditahun yang baru ini, gue punya resolusi, tapi tidak untuk dibagi. Sementara itu, aku harap kamu masih ada disini setiap tahunnya.
Komentar
Posting Komentar