Setapak Bersamamu

Aku menunggumu di kursi biasa
Merasakan semilir angin begitu mesranya
Walau tak begitu terasa
Tiba-tiba kau merengkuh semua

Merengkuh semua rindu di dasar hati
Tempat yang dulu sering kau kunjungi
Dan kini..
Kau kunjungi lagi

Kita berjalan di setapak biru
Tempat dulu kita menjalin rindu
Kau tahu persis bagaimana rasanya itu
Begitu juga aku

Setapak ini menjadi saksi
Betapa rindu kita masih sama
Betapa hati ini masih saling mengasihi
Walau memendam pisah untuk beberapa lama


01 September 2013
22:01 
Ketika Sang kunang-kunang mampu menengok pantatnya sendiri, dan kemudian ia silau.

Komentar

Postingan Populer