Puisi
Seperti Hujan
Hujan meraba malam yang pekat
Menyisakan suara gemericik merdu
Seperti melodi
Lagi, lagi, dan terus begitu
Hujan tak pernah tahu
Ketika ia turun
Beberapa tetes air pun turun
Dari matamu, entah
Jangan salahkan hujan, cantik
Tangismu tak seberapa
Jika kau tahu alasan hujan turun
Itu untuk mereka yang selalu memendam air matanya
Hujan tak pernah tahu
Kapan ia akan berhenti
Kapan ia harus menderas, dan
Kapan ia akan menangisi dirinya
Kamu dan hujan resah
Sama-sama merintik diawal
Sama-sama menderas ditengah
Dan, sama-sama mereda diakhir
Rintik, deras, reda
Rintik, deras, reda
Seperti itulah kita
Haruskah kita seperti hujan?
01.05.2013 on 23.45 PM
Erna Cahyani

Komentar
Posting Komentar