Kita Mirip ya?
Aku masih menatap langit-langit kamarku, masih sama warnanya dengan beberapa belas tahun yang lalu, putih. Aku beralih ke dinding kamar yang penuh dengan coret-coretan tanganku, coret-coretan tangan yang tak pernah ingin aku cat kembali, ketika melihat dan membaca coretan itu, aku selalu terbawa kepada memori yang jauh tersimpan di dalam sana, jauh sekali. Berbagai poster Harry Potter juga menghiasi dinding kamarku, tiga poster besar itu seakan menjawab seberapa maniaknya diriku pada Harry Potter. Kemudian ada fotoku pada usia tujuh bulan, sangat gemuk dan putih, aku tertawa sendiri ketika melihat foto itu, mataku berbinar dan tertawa tanpa barisan gigi, lucu. Dan tiba mataku tertumbuk pada satu pigura kecil yang ukurannya tidak lebih dari 8R yang memajang foto lelaki gagah yang berdiri dengan seragamnya, itu ayahku.
Sudah lama kita tak bertemu ya, kira-kira ayah pernah gak memikirkan selama ayah hidup, ayah akan meninggalkan aku secepat ini? tidak bisa mengambil rapotku di SD, SMP, dan SMA , tidak bisa melihat aku di wisuda nanti, tidak bisa melihat aku menjadi guru, dan juga tidak menjadi wali pada saat aku menikah nanti. Aku tahu semuanya akan baik-baik saja dengan ibu disampingku, aku selalu berharap suatu saat di surga nanti kita kumpul lagi, nanti aku akan menceritakan semua hal yang aku tahu sama ayah. Oh iya, aku lagi batuk nih, batuk berdahak, ganggu banget tahu Yah -.-" . Yah, maaf ya kalau ayah disana tersiksa karena perbuatanku selama di dunia tidak baik, maafin aku. Aku benar-benar rinduuu sekali sama Ayah . Ayah disana gimana? apa selama ini doaku untuk mu dikabulkan oleh Allah ? Aku selalu meminta agar kubur Ayah dilapangkan, tak perlu seluas lapangan, hanya seluas tempat tidur di kamar kita saja, yang selalu membuat ayah nyaman. Aku juga meminta agar ayah diberi angin yang sejuk disana, tak perlu sedingin AC, cukup angin sepoi-sepoi seperti yang pernah kita rasakan di Senayan sewaktu sore hari, pada saat aku digendong di lehermu.
Apakah Allah juga menerangi kuburmu seperti yang selalu kupinta dalam doaku? tak perlu seterang rembulan Ya Allah, cukup terangi kuburnya seperti terang lampu di kamarku, yang terangnya sudah cukup menyilaukan kami bertiga ketika tidur. Aku sangat merindukanmu Yah, mungkin ibu juga begitu. Oh iya yah, ibu masih sering cerita banyak sebelum mau tidur, seperti waktu aku kecil, ia selalu mendongengi aku dengan cerita kancil dan Pak Tani, tapi kini yah, ibu mulai membiarkan aku bercerita tentang teman lelaki ku, aku kadang suka bercerita tentangnya, tetapi karena sekarang aku tidak sedang dekat dengan siapa-siapa, jadi aku sudah jarang membicarakan nya lagi. Kemudian ibu bercerita tentang teman kantornya yang sangat akrab dengannya, tentu ayah tau siapa dia, Mbak Dedeh sangat berjasa bagi ibu, Yah. Di cerita ibu, mbak Dedeh selalu baik sama Ibu, jadi teman curhat ibu, dan aku tak tahan ketika ibu selalu menceritakan hal lucu tentangnya kepadaku, aku jadi ikut ketawa yah, hahaha abisnya mbak Dedeh itu gak suka makan, sukanya minum susu terus kayak sapi, udah gitu makan buah sukanya yang setengah matang hahaha, lucu gak Yah ? walaupun aku gak bisa lihat Ayah tertawa, aku bisa merasakan Ayah tersenyum, oh iya aku belum pernah melihat ayah tertawa deh, soalnya dulu kan ayah galak banget sama aku, aku makan permen aja disururh dibuang, tapi kan maksudnya biar gigi aku gak bolong :) .
Oh iya yah, pernah suatu waktu ibu ngomongin ayah, serius banget, matanya menerawang jauh sekali ke masa dulu ayah sama ibu masih muda, aku menyimak sampai akhir, aku tahu di sudut mata ibu terkumpul genangan air mata yang bila berkedip saja akan jatuh, tapi itu tidak terjadi, karena mata ibu melihat ke atas, menahan itu semua, ya itu semua kenangan kalian. Wajah dan fisik ibu memang sudah tua, tapi ingatan dia tentangmu, tidak pernah kering Yah, terimakasih ya Yah, sudah menjadi lelaki yang baik bagi ibu dan aku, walaupun ayah hanya menitipkan aku ke ibu, aku janji akan menjaga ibu, aku tidak butuh seseorang yang menggantikan ayah, sungguh aku bisa menjaga ibu tanpa ibu bersanding lagi dengan lelaki lain, aku tidak mau memiliki "orang baru" yang tidak tahu apa-apa tentang kita Yah, Wallahi aku tidak mau.
Kemudian, suatu malam aku menggeser arah kipas angin yang terlalu mengarah ke wajahku dan mengarahkannya ke tembok agar memantul ke kakiku, aku selalu suka dengan posisi ini. Dan ternyata ayah tau ? ibu kembali berkata "Anak sama ayah nya sama, kipas lebih suka diarahkan ke kaki" Ya Allah, bahkan untuk hal kecil seperti itu saja, ia masih mengingatmu Yah :') . Memang ibu sering bilang kalau aku memang mirip dengamu Yah, dari wajah, postur tubuh, sampai kebiasaan, semuanya mirip dengamu, Yah.
Mungkin ini alasan Allah membuat seluruh aspek pada diri kita mirip, tujuannya agar ibu selalu merasa bersamamu Yah, dengan ia bersamaku, tetapi jiwamu ada dalam diri aku.
Sudah dulu ya Yah, sesi curhat kita malam ini, aku capek tugas semester ini menumpuk dan banyak kegiatan penelitian,oh iya tanggal 18 dan 19 Mei 2013 aku mau ke Pulau Tidung, ada acara Writing Super Camp dari kampus, asiiiiik main aiiiir. Terus semangati aku dari atas sana ya Yaaaah, semoga kita dapat bertemuuu. Aku sayang Ayah dan Ibu ! :*
erna :')
BalasHapus