Apakah Hanya Isyarat ?

Malam ini pasangan yang lagi manis-manisnya sedang bergandengan tangan menyusuri mall, taman, atau mungkin yang hanya berpacaran di depan rumah mereka. Dahulu, gue juga begitu, mungkin dulu pas sabtu malam gue sama dia lagi nunggu film buat ditonton di bioskop, sekarang hal itu sudah menjadi... kenangan. Malam ini gue tidak akan memberi kalian suatu bacaan yang telah menjadi kenangan gue, tidak. Gue hanya ingin berbagi sedikit tentang suatu hal yang disebut jatuh cinta (mungkin). 

Jadi ada seseorang yang suaranya hampir setiap malam gue dengar, mengobrol sampai larut malam, dan saling mengucapkan selamat malam. Gue lumayan nyambung ngobrol sama dia, karena dia orangnya bijak, sedikit banyak memberi gue pencerahan, dan selalu mendengarkan curhatan gue. Dia datang dengan ikhlas, begitu saja saat gue sedang benar-benar terpuruk dan terluka karena suatu rasa yang dulu gue sebut cinta. Dia datang begitu aja, menjadi telinga dan tong sampah untuk segala rasa sakit gue, dia mengobati batin gue. Gue nyaman banget, dia itu suka ngasih informasi dan pengetahuan yang terkadang tidak gue tahu, pengetahuannya luas, apalagi kalau berfilsafat. 

Tetapi mengapa kian lama banyak sekali isyaratnya? gue tidak terlalu menanggapinya dengan serius karena gue yakin dia mungkin bercanda. Tetapi tidak, hampir setiap dia menelepon kembali ia mengisyaratkan lagi. Gue tidak mengerti, padahal dia sedang menyukai salah satu teman kampusnya, tetapi dia juga banyak isyarat ke gue. Mengapa semua itu hanya isyarat ? isyarat yang hanya bisa kutanggapi dengan canda. Lo memang yang paling pandai, menyembunyikan cinta dengan isyarat. Gue juga gak kalah pandai kok, menyembunyikan cinta dibalik canda. Makanya, ngomong dong ! . 

Komentar

Postingan Populer