Ilusi
aku masih tenang mengatur nafas
yang kadang sudah malas diatur
yang sering dan lebih sering
ingin menyeruak saja keluar
banyak pantat kunang-kunang
yang kadang memberi
sedikit cahaya di depan mata
namun tak kunjung terlihat, jejakmu
aku tidak mencari bekas sepatumu
yang mungkin tercetak jelas di atas tanah
hanya mencoba menemukan
setitik rasa yang dulu
kadang tercium aromamu
dan aku tak berhenti menciumnya
tak berhenti...
hingga sadar menjadi musuh ilusiku
adakah aku mencintai
selain ilusi
jangan sadarkan aku
aku mencintaimu dalam ilusi
13 Oktober 2013
22 : 15
Sang kunang-kunang terbenam di kebun anggur, perlahan pantatnya meredup, matanya terpejam, dan ia terbang memeluk anggur...jangan bangunkan dia.
yang kadang sudah malas diatur
yang sering dan lebih sering
ingin menyeruak saja keluar
banyak pantat kunang-kunang
yang kadang memberi
sedikit cahaya di depan mata
namun tak kunjung terlihat, jejakmu
aku tidak mencari bekas sepatumu
yang mungkin tercetak jelas di atas tanah
hanya mencoba menemukan
setitik rasa yang dulu
kadang tercium aromamu
dan aku tak berhenti menciumnya
tak berhenti...
hingga sadar menjadi musuh ilusiku
adakah aku mencintai
selain ilusi
jangan sadarkan aku
aku mencintaimu dalam ilusi
13 Oktober 2013
22 : 15
Sang kunang-kunang terbenam di kebun anggur, perlahan pantatnya meredup, matanya terpejam, dan ia terbang memeluk anggur...jangan bangunkan dia.
I like your poem
BalasHapusThank you :)
Hapus