Late Night Posting
Ada desir yang berbeda ketika aku tidak lagi menggenggam jemari kurusmu, yang halus dan putih, yang kemudian mengusap punggung tanganku perlahan, mengusap air mata yang jatuh tertahan, iya sangat berbeda. Ketika kemudian jemari kita memutuskan untuk tak lagi bersentuhan, ketika kau biarkan aku mengusap air mataku sendiri dengan punggung tangan ini, ada yang tergores sedikit di sini, di hatiku.
Aku tak menyesal pergi dari hidupmu, aku tahu mengapa terkadang dunia ini begitu dangkal untuk kau pahami, begitu dangkal kau untuk paham apa yang Tuhan ciptakan rasa kasih sayang yang kita sebut cinta. Maaf, aku atau kau, bukan lagi kita.
Mungkin untukmu, cinta itu bisa kadaluarsa, tetapi tidak untukku. Sangat bodoh ketika kau berpikir cinta dapat kadaluarsa, apa kau pikir cintamu kepada Tuhan dan Orang tua mu bisa begitu saja hilang dan terhenti ? . Cinta itu tak pernah kadaluarsa, tapi ego dan sikapmu yang mengkadaluarsakan sendiri cinta itu.
Lagi-lagi aku menulis di saat hujan turun, ingat kita pernah menunggu hujan berhenti di depan ruko ? saling menghindar dari hujan tapi akhirnya basah juga . Kadang aku benci ketika harus teringat tentangmu, aku sangat benci. Tetapi aku bisa apa? sebelum aku amnesia, aku tidak akan pernah lupa bagaimana cara dirimu mengiris hatiku dengan sangat tipisnya.
Mungkin tulisan ini sangat bodoh, ya aku menjadi orang yang sangat bodoh ketika bersamamu, gampang menangis, gampang sakit hati, gampang dibohongi, ya itu dulu. Sekarang ? bedanya sekarang aku menjadi tak bisa menangis, meski teringat tentangmu. Aku lupa bagaimana caranya menangis.
Benar, aku lupa cara menangis, jangan pernah ajarkan aku lagi bagaimana cara menangis.
sekarang gue lagi merasakan apa yang lo rasakan... fiuh cuma bedanya gue masih belum lupa gimana caranya nangis, justru nangis jadi rutinitas yang lebih sering gue lakuin dari mandi, makan, online. hahaha
BalasHapusHanya butuh waktu tiv,memang susah, tapi mau gimana lagi ? Cuma ikhlas yang bisa bikin kita lupa bagaimana caranya menangis :)
BalasHapus