Being single just like a heaven (?)

Sudah lebih dari tiga bulan gue menjalani hidup gue dengan sendiri, tanpa ada yang nanyain "sudah makan belum?" , "lagi ngapain?" atau mengucapkan "selamat pagi" ,"selamat malam", "aku jalan duluan ya", atau "hati-hati di jalan ya" . Ya, itu semua pesan singkat manis yang biasa diterima sewaktu dulu pacaran. Memang terasa sangat berat ketika kebiasaan yang hampir dijalani selama dua tahun lebih itu kini harus berhenti di kata "perpisahan" . Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan, berbulan-bulan, berat banget melangkah dengan semua nostalgia, hal itu berasa banget ketika gue pergi ke tempat-tempat yang dulu sering gue kunjungi sama dia. Terutama mall mungkin, karena dulu gue emang seringnya main di mall. Suatu ketika gue sama temen-temen gue ke sebuah toko buku yang juga biasa gue datangi sama dia, ketika gue di bagian rak novel, gak sengaja mata gue begitu saja melayang ke rak majalah, tempat yang sering ia habiskan di toko buku itu, gue senyum, agak meringis. 

Gue mulai sadar sejak beberapa hari kebelakang dan dorongan dari teman-teman gue, bahwa "hey lo gak mati kok kalau gak punya pacar" dan "sebelum lo kenal pacaran dan cowok, toh lo tetap hidup kan?" itu sih dua kata yang paling gue inget dari temen-temen gue.  Dan gue berusaha, berusaha banget membuang memori yang dulu pernah ada dan tercipta. Yang paling konyol adalah ketika temen gue, teman paling deket di kampus, berusaha banget jodohin gue sama temannya, dan ternyata gue belum bisa menerima orang lain di hidup gue, gue rasa gue cukup nyaman dengan kesendirian gue walaupun memang kadang gue kesepian. Berbagai orang kemudian mulai datang, pendekatan. Rasanya kaku aja, sudah terlalu nyaman dengan kesendirian. 

Kemudian Sabtu kemarin, seorang teman ngajak gue untuk menghadiri seminar why creative di salah satu mall di bilangan Senayan, lumayan seru, gue bertemu dua orang baru dan berbagai ilmu baru juga. Setelah seminar itu selesai, otak gue mulai mengirim isyarat "kenapa lo gak nonton aja Na?" di jalanan gue mikir sembari nunggu kopaja lewat "Nonton? sama siapa?" seperti orang gila, perang batin yang gak berkesudahan . Di kopaja gue kembali memikirkan hal itu, gue berencana nonton sendirian, nonton film Refrain. 

Gue ngebut jalan dari halte Karet ke Setiabudi 21, semoga filmnya belum main, dan ternyata lebih parah lagi, filmnya sudah out dari bioskop ini, gila !. Gue berkali-kali memandang layar LCD yang menunjukkan jadwal main film, dan gak ada Refrain disana. Dengan bodohnyaa gue mengantri di barisan antrian yang cukup penuh oleh beberapa... pasangan yang lagi malam mingguan. Damn, gue lupa ini Sabtu malam ! . 
Tadinya gue galau mau nonton Monsters University atau World War Z , berhubung gue suka banget film comedy , akhirnya gue nonton World War Z, hahahaha !

Lumayan lama gue menunggu film  itu, yaa hampir satu jam lah. Kemudian gue masuk studio dan wow aja, banyak orang pacaran -.-" Gue duduk di baris F6, samping kiri gue dua orang cowo gue gatau mereka baru pdkt atau udah jadian (soalnya berisik banget) dan samping kanan gue normal lah ya.. pasangan. 

Ternyata World War Z diluar ekspektasi gue, gue kira film ini tentang perang dunia atau berurusan dengan politik lah, ternyata ini perang antara manusia sama zombie, gue ngelupain Z nya yang ternyata Zombie. 
Keren banget, World War Z menurut gue gabungan antara I'm Legend dan Resident Evil . Setelah gue nonton, gue balik, sendirian, senyum-senyum. Dalam hati gue mikir, ini hal gila yang pernah gue lakuin, orang-orang di sekeliling gue belum tentu mau nonton bioskop sendirian, tapi gue baru saja memecahkan rekor dalam hidup gue, ketika sudah berpuluh-puluh kali gue nonton di bioskop, dan baru kali ini gue nonton sendirian, gue tepuk tangan untuk diri gue sendiri, mampu melawan berbagai ekspektasi yang ada di alam bawah sadar gue. Ternyata gue bisa kok tanpa dia, bisa banget. 

Satu hal yang gue sesali, kenapa gak dari dulu gue menyudahi hubungan yang cuma makan hati dan menyayat perasaan saja? Gue mengorbankan persahabatan gue hanya demi hubungan yang gak beres. Gue kangen sekolah, kangen main sama temen-temen gue. Untuk sahabat gue,  Maaf ya kalau selama ini gue batu, gue mengabaikan kalian. Kalau sudah begini, gue kesannya balik lagi ke kalian karena udah sendiri, maaf ya temen-temen. Gue sayang kalian : Ayu, Gotir, Rahma . Maafin gue ya :) 

Komentar

Postingan Populer