Hujan terakhir (Bagian Akhir)
Hempasan tubuh Ega membuat per spring bed nya memantul lebih keatas dan mengguncangkan tubuh Ega seperti baru diterjunkan dari lantai sepuluh. Ujuan Akhir Semester kalkulus yang sangat rumit membuat pikiran Ega bercabang-cabang. Mahasiswa seperti Ega adalah seorang yang tak pernah main-main dengan kuliah, pekerja keras, sampai terkadang ia melupakan orang disekitarnya. Tas ranselnya tergeletak di sampingnya, memandangnya sejenak, ada sesuatu yang belum sempat terbaca sejak siang tadi. Ia membuka resleting tas ranselnya, melihat sebuah undangan manis berwarna putih susu, membuka plastik pelindungnya dan mulai membaca isinya. Ada sesuatu yang tak beres berkecamuk dan mendidih di dalam dada nya.
Undangan pernikahan Keysha . Keysha akan menikah beberapa hari lagi, tanggal 10 Oktober 2012, sial ! wanita yang ia cintai tapi selalu ia sia-siakan kebaikannya, selalu ia abaikan senyumnya, dan menganggap perhatiannya sebuah gangguan.
Ega mengetik sebuah nomor yang ia hapal di luar kepalanya, bukan rumus matematika, bukan rumus kalkulus, menekan tombol hijau dan berharap nomor itu masih menyambungkan dirinya ke orang yang dulu.
***
09 Oktober 2012 , Skydinning. Angin kencang, mendung.
"Aku kaget begitu dengar suara kamu di telepon. Mendadak sekali minta ketemunya, hehe" Ujar Keysha sambil menyeruput strawberry milk tea nya. Ega berusaha terlihat tenang, gadis di depannya ini tambah cantik dengan bolero biru yang ia kenakan sebagai luaran.
"Mengapa secepat ini Key? " ucap Ega yang tertahan. Air muka Keysha tidak lagi setenang tadi, rahangnya mengatup, menahan sesuatu yang beberapa hentak lagi akan keluar.
"Ya, secepat itulah, Ga. Seperti pesawat bencana yang kamu kirim ke aku dulu, secepat itu juga kan kamu mengambil keputusan itu setelah kita bersama-sama meniup lilin anniversarry kita? . Seharusnya aku yang bertanya saat itu, tetapi aku tahu, egomu lebih besar, dan pertanyaanku pun akan kau jawab dengan berjuta alasan yang sering kali kudengar. Saat itu aku pasrah, mengapa ? Karena tidak ada lelaki manapun yang tega memutuskan hubungannya di hari jadinya, tidak ada, kecuali lelaki brengsek seperti kamu, Ga." tutur Keysha, matanya mulai berair dan terasa panas.
"Aku mencintaimu, Key. Aku hanya tidak ingin sesuatu menghambatku untuk mencapai cita-citaku" sergah Ega cepat.
"Aku sudah terlalu hapal dengan alasanmu, bahkan sebelum kamu menjawab pertanyaanku dulu. Kamu egois, lelaki paling egois. Telat Ga, kalau kamu selalu berpikir aku menghambat masa depanmu, maka malam ini , pertemuan ini sangat menghambat masa depanku. Aku mempunyai masa depan yang harus kutatap besok. Besok, jari manisku sudah tidak kosong lagi, sudah ada yang melingkar manis. Aku tidak ingin pertemuan ini merusak segalanya, seperti kau merusak semua mimpi-mimpiku bersamamu dulu. "
"Key, aku mohon." Pinta Ega sekali lagi, matanya berair.
" Maaf Ga. Tidak seharusnya aku berada disini." Keysha berdiri, hendak meninggalkan Ega, masa lalunya. Kemudian sesuatu hal menyeretnya kembali ke meja dan menemui Ega.
"Oh iya, ini pesawatmu. Selamat tinggal Ega"
To: Keysha Melia
From : Ega Putranto
Aku mencintaimu, Key. Tetapi, aku tidak bisa melanjutkan ini semua. Aku ingin mengejar masa depanku tanpa harus khawatir meninggalkanmu. Demi kebaikan kita berdua, agar kamu tidak selalu khawatir akan aku, aku meminta maaf, aku kira tiga tahun cukup waktuku untuk mengenal cinta yang kau berikan. Terima kasih, selamat tinggal.
Ega tertawa sinis, rasa sesal bukan lagi kebal untuknya. Tapi rasa sesalnya kali ini menguap dan berkondensasi sehingga merintikkan air mata. Rintik itu menderas dan menambah rintik lain yang kini turun membasahi tanah dan rumput, membuat setiap orang menyeduh kopi dan menarik selimut ke atas tubuhnya. Dan seseorang yang lain lagi memandang rintik hujan malam ini semoga menjadi rintik terakhir dalam bulan ini, dan mencerahkan masa depannya esok hari.
Naaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ ceritanya bikin inget something deh. Simple. Klimaksnya dapet cuma nama tokohnya kurang sederhana but I love it na, lagi lagi :* hahaha
BalasHapusmakasih dewiiiiiii haha nostalgia yaa? asiik lu ya bikin, nanti gue bacaa :)
BalasHapus