Flashback
Malam ini gue tidak sedang mengerjakan tugas yang biasa gue kerjakan. BUKAN berati gue bebas tugas, TIDAK. Masih banyak berbagai penelitian yang harus gue lakukan sebagai pengganti UAS, tetapi mengerjakannya sangat malas. Malam ini gue juga lagi gak niat bikin posting yang seperti biasa gue bikin , puisi, cerpen, esai, tapi malam ini gue mau balik lagi ke masa-masa dulu tahun 2009-an dimana gue nulis posting blog masih jujur, polos, dan apa adanya. Banyak memang yang bilang ketika lo dewasa, pikiran lo makin bercabang dan makin bertanya-tanya tentang perubahan dan kejadian yang terjadi di sekitar lo, memang setelah gue lepas seragam SMA, orang makin susah dinilai dan makin sulit ditebak jalan pikirannya. Makin kesini lo makin banyak bertemu orang yang banyak menggunakan topeng, meski topeng itu transparan, lo makin sulit membedakan mana teman mana lawan. Mana teman dikala butuh, mana teman yang hanya membutuhkan lo. Makin kesini juga makin banyak pemanfaatan, pemanfaatan dibalik kata "teman", hey gue gak bohong. Gue rindu masa-masa SMA dimana masa yang masih mengenal dosa (re:ga nyontek, ga ngopi tugas temen). Sekarang karena tugas selalu dikerjakan di Ms. Word, banyak oknum yang memanfaatkan kata "teman" untuk selalu mengirimkan tugas berbentuk soft copy , lah terus dia kuliah ngapain? gue ga ngerti lagi.
Mungkin karena sekarang universitas terlalu menitikberatkan kepada nilai dan masa kelulusan yang cepat, jadi mahasiswa mau nya yang instan juga, padahal dalam pembelajaran, seharusnya yang menjadi titik berat adalah proses, bukan nilai akhir, pemahaman, bukan sekadar nilai A di KHS. Dengan target lulus harus dalam kurun waktu 7 tahun, mahasiswa bukan termotivasi untuk lulus cepat dengan usaha memaksimalkan 7 tahun itu, tetapi mahasiswa hanya ingin lulus cepat dengan cara instan. Hidup ini sepertinya lupa akan proses, terlalu banyak cara untuk membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin, membuat yang lama menjadi cepat, iya kan ? iya aja. Cukup, ini cukup berat.
Gue masih ingat ketika pada suatu titik gue sadar kalau isi blog gue selama ini curhatan semua, mungkin banyak yang bilang diary on blog? atau blog diary ? biarin, gue suka, anti mainstream. Blog ini lumayan lama menceritakan banyak hal dari mulai gue SMP sampai kuliah, gue melihat banget metamorfosis gue, kedewasaan yang muncul sedikit demi sedikit, dan jatuh-bangunnya kisah cinta gue. Kisah cinta yang gak semulus paha girlband alay yang berserakan. Dari cinta pertama yang gak pernah gue raih, menuju ke pacar pertama yang terlalu baik buat gue, pacar kedua yang sangat playboy, pacar ketiga yang cuma beberapa minggu, pacar keempat yang cuma 11 bulan dan perfeksionis, pacar kelima yang penuh kenangan, dan kini kembali sendiri, betapa cukup expert nya gue diciptakan Tuhan untuk selalu merasakan jatuhnya di dalam rasa yang bernama cinta. Rada mellow memang, gapapa lagi pengen.
Terus pertemanan yang sekarang makin gue rasa sangat erat, makin gue nyaman sama dunia perkuliahan gue. Makin berwarna dunia gue ketika muncul sosok manusia sombong yang sangat sombong. Dan kabar friendzone gue dengan seorang sahabat, yang merasa terus gue kasih harapan padahal dia ga pernah mengungkapkan apa-apa soalnya gue masih memegang kata-kata dia "anggap aja yang gue omongin becanda" yaudah gue anggap becanda, tahu rasa ga sekarang?
Dan makin kesini, gue makin lelah, lelah menjadi diri gue. Gue rindu semuanya lengkap, gue rindu semuanya utuh, gue berharap ga merasakan rasa sakit, gue berharap gak merasakan cinta, tapi apa? terlanjur.
Gue sulit melupakan apa yang pernah terlewat, bahkan untuk sekedar melupakan, kita harus mengingat lagi untuk melupakannya kan ? Yaudah, gue cuma berharap biar gak selalu diingatkan kepada kejadian dan nostalgia-nostalgia brengsek yang kadang gue rasakan. Maaf emosi.
Posting flashback ini adalah posting yang paling gak mutu dari sekian banyak posting gue, ini titik tertinggi kejenuhan gue, gue jenuh cinta-cintaan, jenuh kenalan, jenuh pendekatan, jenuh pacaran, jenuh berantem, jenuh putus, gue jenuh melupakan, gue jenuh move on, dan gue jenuh bikin posting seperti ini, posting yang kalian bahkan bacanya menyiapkan berpuluh-puluh kantung muntah, iya gue tau itu, sok tau ? biarin gue suka.
Ya Allah, Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk tetap berada dalam garis-Mu dan syukur-Mu, jadikan diri ini tetap berada di jalan-Mu dan syukur-Mu, jadikan hamba orang yang berada di golongan yang Kau cintai, Aamiin.
Komentar
Posting Komentar