Puisi #4
Mata coklatmu
Harum yang selalu ada disetiap malam
Dari secangkir kopi yang selalu kau seduh
Lalu kafein menyentak matamu
Mata coklatmu
Yang tak pernah lepas memandang ke arahku
Setiap senti wajahku
Kau, tersenyum sekilas
Seberkas kilasan rindu dengan tatapanmu
Setiap derajat, setiap waktu
Hanya ada wajahku
Dimata coklatmu
Mata coklatmu
Kini tak ada lagi mata coklatmu
Yang selalu merembet meminta perhatianku
Mata yang selalu bertarung dengan laba-laba kecil
Meminta berbagi tempat
Apa yang kau rasakan?
Kelopakmu rapat
Kini,mata coklat itu
Hanya bisa memandang gelap.
Harum yang selalu ada disetiap malam
Dari secangkir kopi yang selalu kau seduh
Lalu kafein menyentak matamu
Mata coklatmu
Yang tak pernah lepas memandang ke arahku
Setiap senti wajahku
Kau, tersenyum sekilas
Seberkas kilasan rindu dengan tatapanmu
Setiap derajat, setiap waktu
Hanya ada wajahku
Dimata coklatmu
Mata coklatmu
Kini tak ada lagi mata coklatmu
Yang selalu merembet meminta perhatianku
Mata yang selalu bertarung dengan laba-laba kecil
Meminta berbagi tempat
Apa yang kau rasakan?
Kelopakmu rapat
Kini,mata coklat itu
Hanya bisa memandang gelap.
Komentar
Posting Komentar