REFNEC HARUS TETAP BERJUANG !

   Sudah lebih dari setahun, gue ada dan duduk di bangku kelas REFNEC  . Sudah banyak keindahan , saat kami bisa tertawa bersama,saat kami bisa paham arti dari "teman" . Gak jarang bikin gue selalu semangat ada di kelas ini . Dan sudah banyak kesedihan yang tertoreh , remedial sekelas, dimarahin guru , ancaman "dicekek"dan "digampar" wali kelas,dan .. kehilangan sahabat, anggota REFNEC .
   Namanya, Bella Nabilah . Yang pada awal februari meninggalkan kami semua, meninggalkan REFNEC .
Katanya, ada penyakit di jantung dan paru parunya. Gue sempat menjenguknya di rumah sakit, gue diam, gue ga bisa berkata apa-apa, gue speechless , Bella yang gue kenal periang, ceria dengan aksen betawi kental khas jalan Sabeni itu, diam, hanya memandang gue , sesekali melontarkan senyum yang .. membuat gue justru ingin memeluk dia dan bilang " Lo gak sendiri Bel" . Dia menjawab pertanyaan-pertanyaan gue dengan susah payah , jantungnya berdetak keras dan membuatnya seakan kehabisan oksigen . Dia kemudian menitikkan air matanya , dan tetap kekeuh bilang "Gue gapapa kok" sambil senyum, mungkin itu terakhir gue melihat senyum manisnya .
   Hari hari selanjutnya, 35 mengadakan Tryout UN dari Suku Dinas Pendidikan, sejenak konsentrasi kami terpaku dengan TO UN ini . Dua hari kemudian, saat gue baru sampai rumah dan buka akun twitter gue .
Sama speechless nya seperti waktu itu, tweet berduka cita untuk Bella, Bella Nabilah .
Beberapa detik gue diam dan menyadari kalau ini bukan mimpi di siang bolong, kalau ini bukan deja vu tapi ini kenyataan, tangisan gue pecah dikamar, ga bersuara, sesak, serak, ga mampu menjawab pertanyaan pertanyaan yang nyokap gue khawatirkan," nggak bu, aku ga diputusin pacar aku, teman aku meninggal" begitulah gue coba mengetik di hape, saking gak kuat ngomong dan terus terisak .
   Malam itu juga, Gue, Gotir, Rahma, dan Ayu kerumah Bella . Masih ga percaya kalau bendera kuning itu untuk dia, masih gak percaya sama semua yang terjadi malam ini ,sampai akhirnya gue melihat sendiri jasad Bella yang ditutup kain batik, dan wajahnya ditutup kain putih, tangis gue keluar lagi diantara suara surah yasin yang berkumandang , gue membacakan surah yasin, masih tak terkonsentrasi, gue membaca sambil menangis.
Gue duduk disamping dia, setelah gue selesai, gue mengusap dahinya, dan gak kuat untuk mencium nya, takut air mata gue jatuh di wajahnya. REFNEC kumpul disana . Teman, kita kehilangan Bella .
   Esok harinya, REFNEC mengantarkan Bella ke peristirahatan terakhirnya. Peristirahatan yang sangat sederhana . Gue ga kuat melihatnya dari dekat, alih-alih takut histeris dan terkesan masih tidak ikhlas .
Bella sudah dimakamkan, gue lihat, Shintya menangis dan mengusap air mata sesekali .
REFNEC harus belajar arti ikhlas , REFNEC harus diajarkan mengikhlaskan Bella.
Mungkin peristiwa hari itu mengajarkan semuanya arti ikhlas , arti mati dan kematian , arti bahwa semuanya bukan milik manusia,arti bahwa manusia adalah setitik kecil dari ciptaan ALLAH SWT .
   Kelas tanpa Bella, jangan ditanya. Ga ada yang protes ngerjain matematika di kertas polio. Ga ada celotehannya, ga ada yang ngambek gara-gara diledekin karena usianya belum 17 tahun, ga ada yang suka nyenggol-nyenggol, ga ada , di kelas ini ga ada Bella, tapi entah kenangannya masih ada .
Gue tahu, Bella ngawasin REFNEC diatas sana, "REFNEC harus berjuang bareng-bareng untuk lulus demi gue" itu kata Bella sebelum ia wafat . Iya Bell,kita akan berjuang , lo harus merasakan integral Bell, itu mantep abis .
   Akhir kata, REFNEC ya tetap REFNEC setelah ditinggal satu anggotanya . REFNEC ya tempat "om" wilmi di ledekin, REFNEC ya tempat kita semua betemu dan berpisah Bell, ga ada yang lain .
Jangan bosen-bosen nemenin kita dikelas ya Bell, gue tahu harum melati pas BTA Sabtu itu, pasti lo kan ? :)
REFNEC HARUS TETAP BERJUANG !


Gue (Kiri),Yulinda (Tengah),Almh.Bella (Kanan)
 

Komentar

Postingan Populer