Cute is CUT :)
Like her name, Cute , she is Cut . Kenal cewek imut ini sejak gue masuk REFNEC . Kalau ngeliat nya sih udah dari kelas sepuluh, tapi karena beda kelas, jadi baru kenal disini . Hal yang tertangkap di memori gue melihat sosok yang .. aih (kalau gue jadi cowok,pasti udah gue tembak) , cantik dengan wajah khas Aceh , hidung yang bangir dan mata bulat indah . Tetapi, orangnya begitu pendiam, sering tidur, muka ngantukan.
Setelah lama gue di REFNEC, gue melihat dia sosok yang carely,walaupun gue belum terlalu akrab .
Cut biasanya duduk di sisi kanan pojok, chairmate nya Adit, belakangnya Yayi, sampingnya Yayi ada Anna.
Gue nyambung dibeberapa bidang dengannya, seperti tentang blog dan novel . Cewek yang tergila-gila dengan Avril Lavigne ini menyukai Death note , wow gue juga suka tapi udah lama gak baca jadi udah agak lupa (jadi gue suka atau enggak ? hehe) . Hitam, warna kesukaannya , gue tahu itu dari kaus lukis yang ia buat pas pelajaran seni rupa. Cut sangat lucu saat ekspresinya sedang bengong dan ketawanya yang kayak kucing (peace..damai..hehe) hehehe.Gue beberapa kali memerhatikan dia saat pelajaran sosiologi, ga beda jauh sama gue, bengong..bengong..bengong..dan plek ! tidur . Seperti efek hipnotis Dedi mizwar, eh salah Deddy Corbuzier maksudnya .
Gue paling suka liat Cut saat waku itu dia memakai kacamata, wajahnya yang tirus dipertegas dengan kacamata nya , it's so.. sooo beauty .
Cewek ini percaya diri dan kuat, gue inget pas kelas sebelas, saat dia ngobrol sama Gotir dan ngajarin Gotir move on itu kocak banget, Gotir ( Si darker than black but transparent than plastic) itu diem pas diceramahin Cut.
Terus, gue salut sama peran Cut di Teater 35, walaupun gak ikut Teater 35, dia bisa luwes seperti Gotir, Alya, Aini, dan pemain Teater yang lain, walaupun gue ga sempet nonton pentasnya karena pas gue disana, bangku-bangku udah pada kosong, tinggal tim properti doang yang ada diatas panggung . Tapi gue sesekali pernah melihat latihannya pas gue pulang rapat Osis .
Nah, di kelas dua belas ini, REFNEC bareng-bareng lagi . Masih tetap sama, Cut yang rambutnya belum panjang-panjang tapi imut itu masih duduk sama Adit yang kata temen - temen Si no expression alias gak ber ekspresi (Sumpah itu jahat..tapi tenang Dit, gue mendukung lo di Pilkada tahun depan, (lho?) )
Setiap pagi kalau masuk kelas pasti nyengir memperlihatkan barisan giginya yang rapih , yang gak jarang gue juga ikut senyum ngeliatnya :) .
Semoga REFNEC bisa lulus dan di wisuda bareng-bareng, dan Cut, semoga bisa masuk UNS nyaaa, dan ketika reuni nanti rambutnya udah panjang (eh tapi bondol lucu kok :) ) Semoga kita tetap selalu bersama yaaaa REFNEC bersatu ! (Kok jadi kayak mau kampanye) . Dan Cut, mari kita lawan penyakit ngantuk kita ! hehehe , berjuaaang ! . Maaf yaa kalau ada kesalahan dalam tulisan ini, kesempurnaan hanya milik Allah SWT , dan kekurangan hanya milik bunda Dorce :) .
Setelah lama gue di REFNEC, gue melihat dia sosok yang carely,walaupun gue belum terlalu akrab .
Cut biasanya duduk di sisi kanan pojok, chairmate nya Adit, belakangnya Yayi, sampingnya Yayi ada Anna.
Gue nyambung dibeberapa bidang dengannya, seperti tentang blog dan novel . Cewek yang tergila-gila dengan Avril Lavigne ini menyukai Death note , wow gue juga suka tapi udah lama gak baca jadi udah agak lupa (jadi gue suka atau enggak ? hehe) . Hitam, warna kesukaannya , gue tahu itu dari kaus lukis yang ia buat pas pelajaran seni rupa. Cut sangat lucu saat ekspresinya sedang bengong dan ketawanya yang kayak kucing (peace..damai..hehe) hehehe.Gue beberapa kali memerhatikan dia saat pelajaran sosiologi, ga beda jauh sama gue, bengong..bengong..bengong..dan plek ! tidur . Seperti efek hipnotis Dedi mizwar, eh salah Deddy Corbuzier maksudnya .
Gue paling suka liat Cut saat waku itu dia memakai kacamata, wajahnya yang tirus dipertegas dengan kacamata nya , it's so.. sooo beauty .
Cewek ini percaya diri dan kuat, gue inget pas kelas sebelas, saat dia ngobrol sama Gotir dan ngajarin Gotir move on itu kocak banget, Gotir ( Si darker than black but transparent than plastic) itu diem pas diceramahin Cut.
Terus, gue salut sama peran Cut di Teater 35, walaupun gak ikut Teater 35, dia bisa luwes seperti Gotir, Alya, Aini, dan pemain Teater yang lain, walaupun gue ga sempet nonton pentasnya karena pas gue disana, bangku-bangku udah pada kosong, tinggal tim properti doang yang ada diatas panggung . Tapi gue sesekali pernah melihat latihannya pas gue pulang rapat Osis .
Nah, di kelas dua belas ini, REFNEC bareng-bareng lagi . Masih tetap sama, Cut yang rambutnya belum panjang-panjang tapi imut itu masih duduk sama Adit yang kata temen - temen Si no expression alias gak ber ekspresi (Sumpah itu jahat..tapi tenang Dit, gue mendukung lo di Pilkada tahun depan, (lho?) )
Setiap pagi kalau masuk kelas pasti nyengir memperlihatkan barisan giginya yang rapih , yang gak jarang gue juga ikut senyum ngeliatnya :) .
Semoga REFNEC bisa lulus dan di wisuda bareng-bareng, dan Cut, semoga bisa masuk UNS nyaaa, dan ketika reuni nanti rambutnya udah panjang (eh tapi bondol lucu kok :) ) Semoga kita tetap selalu bersama yaaaa REFNEC bersatu ! (Kok jadi kayak mau kampanye) . Dan Cut, mari kita lawan penyakit ngantuk kita ! hehehe , berjuaaang ! . Maaf yaa kalau ada kesalahan dalam tulisan ini, kesempurnaan hanya milik Allah SWT , dan kekurangan hanya milik bunda Dorce :) .
Cut Nurmala Sari (kiri), Ilona Prastika (tengah), Gue (kanan)

Komentar
Posting Komentar