Sudut pandang gue tentang status pacaran .
Di chapter ini gue akan membahas tentang "status pacaran" menurut sudut pandang gue . Sebenarnya ide tema ini datang dari seorang teman yang hobi blogging juga seperti gue dan kita lagi sama-sama gak ada bahan untuk dijadikan tema posting kali ini . Yap, dengan dibicarakan melalui wall to wall di facebook, akhirnya dia menawarkan tema "status pacaran".
Tadinya sih ada dua pilihan, "status pacaran" dan "SMAN 35 kita" .
Kalau menurut gue kenapa gue gak memilih yang kedua, karena gue lagi bete sama sekolah gue karena nilai ekonomi gue 60 (Sebenarnya sih gak ngaruh juga hahaha) .
Oke kita mulai :
Pacaran . Ya, kata itu gue kenal sejak gue kelas 3 SMP, gue pacaran dengan salah satu temen sekelas gue . Dari kata awalnya "pacar", gue lebih interest ke sebuah ta'jil ramadhan yang sekarang banyak dijual yaitu pacar cina . Pacar cina memang sangat digemari, makanya, tante gue jual pacar cina ,mau beli ? murah kok cuma Rp.4000,- per cup . Oke semakin gak jelas orientasi pembicaraan kita kemana , anggap aja paragraf ini permulaan dari tema .
Pertanyaan ini datang dari benak gue ketika gue sedang bertapa di gunung gede pangrango hahahaha becanda deh gue. Gue mulai bingung, sebenarnya apa sih pacaran itu ?
Sampai-sampai anak SD jaman sekarang aja udah pada pacaran , gue ga bisa bayangin beberapa tahun kedepan anak TK pun udah pacaran, apa mereka tahu arti sesungguhnya ?
Gue aja baru nyadar "Apa itu pacaran ?" pas gue SMA .
Menurut gue status pacaran itu adalah dimana kita mengenal seseorang lebih jauh, masuk kedalam hidupnya dan kita selalu nyaman bila didekan orang itu, selain itu, kita juga bisa menjadikan dia sahabat, kakak,dan juga kekasih. Pacaran juga bukan hanya untuk mendapatkan status "oh gue ini laku lho" , BUKAN. Yang namanya kita pacaran itu ,kita membuat suatu "komitmen bayangan" , komitmen yang kita buat seakan-akan dia sudah menjadi the one dalam hidup kita .
Misalnya saja : "kamu kalau kemana-mana bilang ya sama aku, jangan seenaknya pergi sendirian " . Ya itu contohnya .
LANJUT, dalam berpacaran, kita juga dituntut untuk "jangan selingkuh" . Yaiyalah, siapa juga yang mau diduain sih ? mungkin istrinya penceramah terkemuka itu gak keberatan istrinya si A'a X . Tapi gue sendiri gak mau pacar gue selingkuh, itu kenyataan dan sangat nyata .
Yang jelas, kita gak mau perhatian dia menjadi terbagi untuk orang lain, dan kita berharap untuk diperhatikan dan disayang .
Berawal dari Kenalan, pendekatan, gombal, dan pacaran . Pacaran adalah tahap pencapaian yang masih "mengambang" atau "bayangan" , karena di status pacaran tersebut kita belum terikat hubungan yang sah, SAH kata penghulu dan para wali , tahu kan apa maksud gue ? , NIKAH maaan . Ya , kita belum sepenuhnya memiliki dia yang kita anggap pacar kita itu. Mungkin yang harus diluruskan disini adalah : mungkin berpacaran itu menyenangkan, tapi jangan juga dianggap sangaaaaat "kebutuhan" . Karena sesungguhnya dia atau kita bisa saja memutuskan hubungan itu setiap saat tanpa ada kata talak cerai dan urusan dari meja hijau .
Memutuskan hubungan pacaran itu memang paling gampang, bisa lewat SMS, telepon, atau ngomong langsung (kalau udah siap digampar sama pacarnya, hahaha) .
Jadi, yang sebenarnya harus kita tanamkan dalam pacaran ini adalah suatu motivasi untuk lebih baik, ya misalnya saja belajar . Kita bisa kok belajar bareng untuk ulangan , bahkan kita juga bisa bersaing nilai dengan pacar kita, itu akan lebih meningkatkan prestasi belajar .
Daripada yang pacaran hanya untuk bilang "sayang" atau "aku cinta kamu" .
Misalnya gue, gue juga waktu itu pernah diajarin pelajaran ekonomi sama pacar gue dikantin dan itu MUJARAB . Dalam sekejap gue ngerti, tapi belum tentu sama gurunya sendiri gue ngerti, karena disitu kita memposisikan dia sebagai orang yang berarti dalam hidup kita .
Ya menurut gue tentang "status pacaran" yang bisa gue definisikan sih gitu . Bagaimana dengan definisi David Ricardo atau Elbert Einstein ??? Kita tunggu definisi mereka tentang status pacaran di google . Hahaha .
See yaa , comment this posting . :)
Tadinya sih ada dua pilihan, "status pacaran" dan "SMAN 35 kita" .
Kalau menurut gue kenapa gue gak memilih yang kedua, karena gue lagi bete sama sekolah gue karena nilai ekonomi gue 60 (Sebenarnya sih gak ngaruh juga hahaha) .
Oke kita mulai :
Pacaran . Ya, kata itu gue kenal sejak gue kelas 3 SMP, gue pacaran dengan salah satu temen sekelas gue . Dari kata awalnya "pacar", gue lebih interest ke sebuah ta'jil ramadhan yang sekarang banyak dijual yaitu pacar cina . Pacar cina memang sangat digemari, makanya, tante gue jual pacar cina ,mau beli ? murah kok cuma Rp.4000,- per cup . Oke semakin gak jelas orientasi pembicaraan kita kemana , anggap aja paragraf ini permulaan dari tema .
Pertanyaan ini datang dari benak gue ketika gue sedang bertapa di gunung gede pangrango hahahaha becanda deh gue. Gue mulai bingung, sebenarnya apa sih pacaran itu ?
Sampai-sampai anak SD jaman sekarang aja udah pada pacaran , gue ga bisa bayangin beberapa tahun kedepan anak TK pun udah pacaran, apa mereka tahu arti sesungguhnya ?
Gue aja baru nyadar "Apa itu pacaran ?" pas gue SMA .
Menurut gue status pacaran itu adalah dimana kita mengenal seseorang lebih jauh, masuk kedalam hidupnya dan kita selalu nyaman bila didekan orang itu, selain itu, kita juga bisa menjadikan dia sahabat, kakak,dan juga kekasih. Pacaran juga bukan hanya untuk mendapatkan status "oh gue ini laku lho" , BUKAN. Yang namanya kita pacaran itu ,kita membuat suatu "komitmen bayangan" , komitmen yang kita buat seakan-akan dia sudah menjadi the one dalam hidup kita .
Misalnya saja : "kamu kalau kemana-mana bilang ya sama aku, jangan seenaknya pergi sendirian " . Ya itu contohnya .
LANJUT, dalam berpacaran, kita juga dituntut untuk "jangan selingkuh" . Yaiyalah, siapa juga yang mau diduain sih ? mungkin istrinya penceramah terkemuka itu gak keberatan istrinya si A'a X . Tapi gue sendiri gak mau pacar gue selingkuh, itu kenyataan dan sangat nyata .
Yang jelas, kita gak mau perhatian dia menjadi terbagi untuk orang lain, dan kita berharap untuk diperhatikan dan disayang .
Berawal dari Kenalan, pendekatan, gombal, dan pacaran . Pacaran adalah tahap pencapaian yang masih "mengambang" atau "bayangan" , karena di status pacaran tersebut kita belum terikat hubungan yang sah, SAH kata penghulu dan para wali , tahu kan apa maksud gue ? , NIKAH maaan . Ya , kita belum sepenuhnya memiliki dia yang kita anggap pacar kita itu. Mungkin yang harus diluruskan disini adalah : mungkin berpacaran itu menyenangkan, tapi jangan juga dianggap sangaaaaat "kebutuhan" . Karena sesungguhnya dia atau kita bisa saja memutuskan hubungan itu setiap saat tanpa ada kata talak cerai dan urusan dari meja hijau .
Memutuskan hubungan pacaran itu memang paling gampang, bisa lewat SMS, telepon, atau ngomong langsung (kalau udah siap digampar sama pacarnya, hahaha) .
Jadi, yang sebenarnya harus kita tanamkan dalam pacaran ini adalah suatu motivasi untuk lebih baik, ya misalnya saja belajar . Kita bisa kok belajar bareng untuk ulangan , bahkan kita juga bisa bersaing nilai dengan pacar kita, itu akan lebih meningkatkan prestasi belajar .
Daripada yang pacaran hanya untuk bilang "sayang" atau "aku cinta kamu" .
Misalnya gue, gue juga waktu itu pernah diajarin pelajaran ekonomi sama pacar gue dikantin dan itu MUJARAB . Dalam sekejap gue ngerti, tapi belum tentu sama gurunya sendiri gue ngerti, karena disitu kita memposisikan dia sebagai orang yang berarti dalam hidup kita .
Ya menurut gue tentang "status pacaran" yang bisa gue definisikan sih gitu . Bagaimana dengan definisi David Ricardo atau Elbert Einstein ??? Kita tunggu definisi mereka tentang status pacaran di google . Hahaha .
See yaa , comment this posting . :)
Komentar
Posting Komentar