Pagi selalu punyamu

kemarin kau lihat langit memerah malu-malu
dari balik jendela kamarku
juga dari bilik sisi gedung tinggi itu
saat aku masih sibuk bermimpi

bukankah  kita selalu berbicara
di balik sisi meja makan ini ?
atau sekedar
saling bertanya dalam hati

pagi selalu punyamu
selalu ada sentuhan tanganmu
di setiap senti embun
yang meretas cakrawala kelabu

pagi selalu punyamu
juga setiap rekahan melati
sesuci dirimu
sesuci cintamu

kau selalu memiliki semuanya
aku
aku
aku

Ibu, Kartini aku selamanya.
23:09 WIB

Komentar

Postingan Populer