Senja
Kukira sudah cukup buih-buih pagi
menemani langit hari itu
juga lelaki yang masih terpekur di atas loteng
memejamkan mata dan menarik napas dalam ....
dalam keheningan yang pengang
kau merengkuh seluruh gemersik daun
sore itu,
bersama parkit yang kehilangan cicitnya
kau menyarukan segala luka
mengaburkan semua duka
tiba-tiba datang dari barat
mengikis hati yang telah karat
Aku pernah bilang tentang suatu hari
ketika nanti langit tak lagi biru,
dan angin tak lagi mengusap jemari
kau hanya perlu menegadah dengan penuh haru
bahwa di sana ada malaikat kecil
yang menyelundupkan mentari
hingga semburatnya semakin tipis
dan hilang di tengah-tengah ketiadaan
Jakarta, 27 Juli 2014 , 1 : 38 AM
Sudah pernah kukatakan tentang yang seharusnya tak pernah terucap.
menemani langit hari itu
juga lelaki yang masih terpekur di atas loteng
memejamkan mata dan menarik napas dalam ....
dalam keheningan yang pengang
kau merengkuh seluruh gemersik daun
sore itu,
bersama parkit yang kehilangan cicitnya
kau menyarukan segala luka
mengaburkan semua duka
tiba-tiba datang dari barat
mengikis hati yang telah karat
Aku pernah bilang tentang suatu hari
ketika nanti langit tak lagi biru,
dan angin tak lagi mengusap jemari
kau hanya perlu menegadah dengan penuh haru
bahwa di sana ada malaikat kecil
yang menyelundupkan mentari
hingga semburatnya semakin tipis
dan hilang di tengah-tengah ketiadaan
Jakarta, 27 Juli 2014 , 1 : 38 AM
Sudah pernah kukatakan tentang yang seharusnya tak pernah terucap.
Komentar
Posting Komentar