Satu kata
Gue bukan orang yang mudah mengatakan banyak hal, baik kebenaran, keluhan, maupun perasaan. Satu hal yang harus kalian tahu, ada saatnya situasi-situasi harus dibaca,dan kalian tidak dapat seeneaknya membuka mulut untuk bicara. Entah gue yang terlalu peka terhadap situasi dan perasaan orang atau memang gue yang terlalu malas untuk berbicara. Dunia ini sudah penuh dengan omongan-omongan kosong, membuatnya makin berisik. Bahkan untuk mengungkapkan perasaan, sekadar bilang "sayang" ke pasangan sendiri pun rasanya masih kaku. Bukan karena tidak sayang, sayang kok. Tapi, gue memang bukan tipe orang yang mengumbar kata-kata manis, gue tidak pandai akan hal itu. Gue lebih suka menuliskannya dari pada harus mengucapkannya. Sama saja, toh ? Hanya beda media. Bukankah yang paling penting itu perasaannya ?
Ketika kemudian aku
dan kamu
sama-sama memutuskan
untuk diam
Kita,baik aku dan kamu
pasti sama-sama
mencari makna terhadap kata
yang tak diutarakan
Sayang... kau dan aku tahu
juga cangkir kopi
dengan ampas dibawahnya
bahwa kita sama-sama sayang
Tapi, bisakah
aku absen
untuk
mengucapkannya ?
17 Juni 2014 , 16:06 WIB
Jakarta, Warnet Mutiara depan SDN Karet 05 Pagi (Nemenin Nisa yang kena php PPDB Online SMP) .
Komentar
Posting Komentar