Hanya kita bertiga
Foto lelaki gagah disamping kiri ini adalah foto Bapak. Bapak Alm. Bambang Sucipto . Bapaknya siapa? Bapak gue hahaha.
Hai pak, apa kabar? sudah lima belas tahun lamanya kita gak ngobrol, gak jalan-jalan disore hari, ataupun jalan-jalan nonton pertandingan bulu tangkis di Senayan lagi, tak terasa ya pak, dulu bapak masih suka marahin aku kalau aku ketahuan lagi ngunyah permen, masih suka dicubit kalau gak sopan ngomongnya sama orang, masih suka gendong aku dipundak sedangkan aku sibuk menjambakki rambut ayah yang tebal dan hitam.
Lihat putri kecilmu sekarang pak, ya sekarang aku sudah besar, sudah punya KTP, sudah jadi mahasiswi, sudah punya pacar, pasti bapak kalau masih ada pengen banget marahin aku, ya?
Maaf ya pak, mungkin setelah bapak lihat dari atas sana, ada sikap aku yang tidak bapak sukai, bapak tentunya lebih sering mengawasi aku daripada Ibu yang sibuk kerja .
Ngomong-ngomong tentang Ibu, ibu baik-baik saja pak, cuma terkadang banyak orang yang mempertanyakan kepadaku mengapa ibu tidak mencari pengganti bapak saja ?.
Aku malas menanggapinya pak, malah terkadang orang yang bertanya seperti itu langsung aku pasang wajah sejutek mungkin, agar ia tahu kalau itu bukan urusannya. Aku yakin Ibu juga tidak akan berusaha mencari pengganti bapak, karena selain aku tidak akan mengizinkannya, aku yakin Ibu sudah terlalu mencintai bapak. Aku tahu bapak meninggalkan kita berdua karena tentunya Allah SWT lebih sayang sama bapak, toh bapak juga milik Allah SWT, kan? Walaupun aku merasa aku dan Ibu saja yang memiliki bapak.
Aku dan ibu juga tidak memungkiri kalau hidup tanpa bapak, adalah hal yang paling sulit kita berdua jalani, kita berdua butuh bapak, butuh kasih sayang bapak, butuh perhatian bapak yang dulu sering mengajariku mengosok gigi berdua, menceritakan kisah 25 Nabi sampai aku tertidur dengan nyanyian "kelinciku" yang Ibu nyanyikan ketika aku ingin tidur. Aku ingin melihat bapak tanding bulu tangkis lagi, setelah aku melihat foto album bapak, ternyata bapak adalah atlet bulu tangkis pos indonesia, lalu disalah satu albumnya,bapak menulis "selanjutnya, melihat Liem swie king tanding" apakah bapak sudah melihatnya?.
Oh ya pak, beberapa waktu yang lalu, kartu hasil studi aku keluar, aku mendapat nilai yang bagus, tetapi tidak sempurna. Dulu, ketika aku SD, Ibu sering sekali mengajariku belajar, mendiktekan materi, dan tanya-jawab materi, tetapi sekarang aku harus belajar sendiri pak, dengan bimbingan dari dosen dan buku-buku panduan. Aku juga berterimakasih sama bapak yang telah menanamkan nilai kemandirian kepadaku, sehingga sekarang aku bisa menjadi orang yang tidak manja dan mandiri.
Aku ingat pesan bapak dulu, untuk tidak merepotkan orang, dan jangan pernah menerima sesuatu dari orang yang memang bukan untukku. Terimakasih pak, aku bangga memiliki bapak dan ibu yang kuat seperti kalian.
Walaupun sekarang cuma aku sendiri yang harus menjaga Ibu, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan ibu dan bapak, tidak membuat ibu susah, dan membahagiakan ibu suatu hari nanti.
Seperti janji yang pernah kita buat dahulu pak, seperti janji yang kita lakukan dengan memeluk bantal, seperti janji yang dulu kuanggap permainan, kini setelah aku dewasa, aku mengerti janji itu.
Kita berjanji untuk tidak menyakiti perasaan Ibu, Aku janji,pak, karena aku mencintai kalian.
Terimakasih pak, sebisa mungkin, hanya ada kita bertiga dikeluarga kita. Hanya kita bertiga yang mampu membuat kenangan manis seperti ini, kenangan yang mampu kukenang sampai sekarang.
Aku mencintai kalian. Hanya ada kita bertiga . Ibu, Aku,dan Bapak :)
Hai pak, apa kabar? sudah lima belas tahun lamanya kita gak ngobrol, gak jalan-jalan disore hari, ataupun jalan-jalan nonton pertandingan bulu tangkis di Senayan lagi, tak terasa ya pak, dulu bapak masih suka marahin aku kalau aku ketahuan lagi ngunyah permen, masih suka dicubit kalau gak sopan ngomongnya sama orang, masih suka gendong aku dipundak sedangkan aku sibuk menjambakki rambut ayah yang tebal dan hitam.
Lihat putri kecilmu sekarang pak, ya sekarang aku sudah besar, sudah punya KTP, sudah jadi mahasiswi, sudah punya pacar, pasti bapak kalau masih ada pengen banget marahin aku, ya?
Maaf ya pak, mungkin setelah bapak lihat dari atas sana, ada sikap aku yang tidak bapak sukai, bapak tentunya lebih sering mengawasi aku daripada Ibu yang sibuk kerja .
Ngomong-ngomong tentang Ibu, ibu baik-baik saja pak, cuma terkadang banyak orang yang mempertanyakan kepadaku mengapa ibu tidak mencari pengganti bapak saja ?.
Aku malas menanggapinya pak, malah terkadang orang yang bertanya seperti itu langsung aku pasang wajah sejutek mungkin, agar ia tahu kalau itu bukan urusannya. Aku yakin Ibu juga tidak akan berusaha mencari pengganti bapak, karena selain aku tidak akan mengizinkannya, aku yakin Ibu sudah terlalu mencintai bapak. Aku tahu bapak meninggalkan kita berdua karena tentunya Allah SWT lebih sayang sama bapak, toh bapak juga milik Allah SWT, kan? Walaupun aku merasa aku dan Ibu saja yang memiliki bapak.
Aku dan ibu juga tidak memungkiri kalau hidup tanpa bapak, adalah hal yang paling sulit kita berdua jalani, kita berdua butuh bapak, butuh kasih sayang bapak, butuh perhatian bapak yang dulu sering mengajariku mengosok gigi berdua, menceritakan kisah 25 Nabi sampai aku tertidur dengan nyanyian "kelinciku" yang Ibu nyanyikan ketika aku ingin tidur. Aku ingin melihat bapak tanding bulu tangkis lagi, setelah aku melihat foto album bapak, ternyata bapak adalah atlet bulu tangkis pos indonesia, lalu disalah satu albumnya,bapak menulis "selanjutnya, melihat Liem swie king tanding" apakah bapak sudah melihatnya?.
Oh ya pak, beberapa waktu yang lalu, kartu hasil studi aku keluar, aku mendapat nilai yang bagus, tetapi tidak sempurna. Dulu, ketika aku SD, Ibu sering sekali mengajariku belajar, mendiktekan materi, dan tanya-jawab materi, tetapi sekarang aku harus belajar sendiri pak, dengan bimbingan dari dosen dan buku-buku panduan. Aku juga berterimakasih sama bapak yang telah menanamkan nilai kemandirian kepadaku, sehingga sekarang aku bisa menjadi orang yang tidak manja dan mandiri.
Aku ingat pesan bapak dulu, untuk tidak merepotkan orang, dan jangan pernah menerima sesuatu dari orang yang memang bukan untukku. Terimakasih pak, aku bangga memiliki bapak dan ibu yang kuat seperti kalian.
Walaupun sekarang cuma aku sendiri yang harus menjaga Ibu, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan ibu dan bapak, tidak membuat ibu susah, dan membahagiakan ibu suatu hari nanti.
Seperti janji yang pernah kita buat dahulu pak, seperti janji yang kita lakukan dengan memeluk bantal, seperti janji yang dulu kuanggap permainan, kini setelah aku dewasa, aku mengerti janji itu.
Kita berjanji untuk tidak menyakiti perasaan Ibu, Aku janji,pak, karena aku mencintai kalian.
Terimakasih pak, sebisa mungkin, hanya ada kita bertiga dikeluarga kita. Hanya kita bertiga yang mampu membuat kenangan manis seperti ini, kenangan yang mampu kukenang sampai sekarang.
Aku mencintai kalian. Hanya ada kita bertiga . Ibu, Aku,dan Bapak :)

Komentar
Posting Komentar