Authoriexperinces

   Jadi penulis adalah impian gue sejak gue kelas VII SMP, dengan berbekal menulis pengalaman hidup, gue mulai berlatih menulis nulis. Imajinasi gue pada saat itu banyak banget, sampai gue nulisnya pun bingung harus berbuku buku gue bikin cerita yang alurnya beda .
Tapi, semakin banyak gue membaca cerita novel atau roman, imajinasi gue menyempit, karna gue rasa apa yang sudah gue pikirkan selama ini ada di buku itu . Sampai dikelas IX SMP, gue mulai mengerti arti penting sebuah ke-konsisten an dalam membuat cerita .
   Masuk ke SMA, gue vakum nulis, ini gue sengaja biar ketika gue ingin nulis lagi, gue mendapat pencerahan .
Saat gue merasa ingin banget menulis, gue menulis dengan mempertimbangkan cerita yang ringan tapi tetap segar dibaca, gue mulai excited dengan proyek gue ini. Sudah berjalan beberapa bab, sampai akhirnya pacar gue meminjam flashdisk gue untuk tugas, namun ditemukanlah sebuah virus.
Bagian yang sangat menyedihkan, pacar gue menghapus semua virus virus tersebut tanpa tahu file mana saja yang terjangkit, maka, terhapuslah file-file bervirus itu .
   Ketika gue ingin melanjutkan cerita gue di warnet , gue shock, karena folder proyek novel gue lenyap .
Gak bisa marah, hanya nyesek . Itu berarti, sepertinya virus sudah menilai kalau cerita gue itu belum layak untuk dibaca publik.
Gue masih belum bisa menulis proyek-proyek selanjutnya karena gue pribadi masih belum siap ketika yang namanya "stuck" itu datang , dan imajinasi baru datang lagi, dan akhirnya gue meninggalkan proyek yang lama .
    Jadi penulis yang benar bukanlah suatu hal yang mudah, tingkat kesulitan yang dihadapi juga banyak, ketika lo membuatnya dengan "asal jadi" itu akan terasa cepat, namun esensi ceritanya kurang asik .
Berbeda jika lo membuatnya dengan hati dan pikiran lo, itu akan lebih menyentuh dan lo pun puas mengetahui bahwa apa yang ada di hati lo tersalurkan dengan baik .
   Dari dulu, jika gue mampir ke toko buku, pasti rak yang paling sering gue kunjungi adalah "novel" .
Berharap suatu hari nanti cerita gue akan terpajang dan terjejer indah dibarisan buku-buku best seller , dan tanda tangan gue menghiasi setiap buku yang dipegang kala mengadakan talk show peluncuran nya .
   Walaupun masih amatir, gue sering banget nemuin kesalahan penulis novel yang kadang tidak memperhatikan konsentrasi cerita,  mereka mendeskripsikan tokoh A, lalu nyambung ke hal lain, yang membuat pembaca (gue) , kadang ingin segera melewatkan bab deskripsi yang seharusnya penting diketahui karena dari situlah kita mengenal karakter tokoh .
   Bagi gue, cerita yang bagus adalah cerita yang membuat pembaca tidak bisa menebak alur yang kita buat, sehingga mereka tidak mengasumsikan "ooh gue tahu ini ceritanya" , tetapi pastikan bahwa mereka berkata "kirain gue begini ceritanya, tahunya bukan" . Gue suka kala itu terjadi sama gue, gue udah seringkali sok tahu dengan alur yang dibuat penulis, tapi di bab pertengahan atau akhir gue dibuat terkejut dengan ceritanya, it's so simple but amazing !  .
   Kelak, gue pasti bisa menjadi the next Orizuka atau Luna Torashyngu , gue pasti akan berusaha mengejar impian gue yang satu ini ! Keep Write !

Hanya butuh menulis jika ingin menjadi penulis .

Komentar

Postingan Populer