Baru hari ini
Tangga sepi banyak yang sudah terjajaki .
Perjalanan panjang sudah banyak terlewati .
Kita bermanis bersama dalam satu atap yang kita sebut rumah.
Dalam beberapa hal aku tak begitu mengerti mau mu .
Dalam banyak hal, kau selalu ingin aku jadi yang terbaik .
Suatu ketika kau begitu lunglai untuk menggendongku.
Kau begitu payah untuk merengkuhku .
Dan aku banyak berdiam dan tak melakukan apapun.
Aku yakin engkau baik saja .
Kau tetap mengatakan tidak terjadi apa apa.
Meski raga mu tak berkata demikian .
Aku khawatir,namun kau bilang tidak.
Kau hanya tersenyum nanar ke arahku .
Kau berkata kata menyemangati .
Namun nafasmu menyiratkan,
Kau butuh banyak waktu untuk menyampaikan semua ini.
Tetapi, ini hanya sementara .
Kau tiba-tiba diam.
Mata teduhmu tertutup.
Air muka bahagia melintasi wajahmu yang telah ada di ambang kenikmatan surga .
Tangis ku pecah .
Baru hari ini , tangisku tak membeku .
Baru hari ini, aku kehilangan sejuta mimpi masa depan bersama mu .
Namun, baru hari ini, aku percaya dan yakin kau akan bahagia melihatku disana .
For my pleasure best friend who had lost her mother . I hope you keep spirit and smile and try to understand everything that your mom will be happy there with my dad . You should try to be willing . :)
Komentar
Posting Komentar