Kenangan kita dengan Kaligrafi

   "Innalillahi wa inna ilaihi ra ji'un" Telah berpulang ke rahmatullah guru seni kaligrafi tercinta SMAN 35 Jakarta pada tanggal 04 Desember 2010 pada pukul 06.00 WIB . Semoga amal ibadah dan segala kebaikannya diterima di sisi ALLAH SWT . 
   Selamat Jalan Bapak Muzamil , bapak guru yang paling sabar dan lucu yang pernah saya kenal, walaupun mungkin bapak hanya mengenal dan menyebut nama saya ketika absen, tetapi jasa bapak sangat besar untuk saya . Saya mewakili siswa/siswi mengucapkan selamat jalan . 
Saya ingat pada pertama kali bapak mengajar, bapak menyuruh kami menulis huruf tebal tipis dengan pensil gepeng , itulah kami baru kenal seni kaligrafi . 
   Maaf, selama bapak mengajar, mungkin kami jarang memerhatikan bapak dan menyepelekan pelajaran bapak. 
Maaf, mungkin di hati bapak yang paling dalam , bapak sangat dongkol dengan perbuatan kami para murid yang tidak tahu diri , sudah diberi materi masih saja bandel . 
Maaf, selama pelajaran bapak, saya khususnya sering SMS an .
Maaf kalau kami suka lalai dengan pekerjaan yang bapak berikan . 
Maaf kami sering membuat bapak marah dan emosi . 
Maaf kami para murid hanya tahu nilai yang bagus meski mungkin banyak salah . 
Maaf yang paling penting karena kami sering kali tidak menghargai bapak yang sibuk menerangkan materi di depan dengan susah payah . 
   maaf maaf maaf ... 
Kata maaf mungkin tidak cukup untuk menebus dosa kami para murid yang sering tidak menghargai bapak . 
Tapi sungguh dari saya pribadi, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena telah mengajarkan banyak kepada saya . 
Terimakasih telah membuat pelajaran Kaligrafi adalah pelajaran surga . 
Terimakasih karena bapak mau bersabar hati . 
Terimakasih karena bapak sudah menyelesaikan kewajiban bapak dengan memberi kami para siswa ulangan semester . 
   Saya hanya bingung . Ternyata peranan bapak sungguh kuat di SMAN 35 . 
Saya bingung dengan siapa lagi saya dan kawan-kawan akan diajar kaligrafi ?. 
Kami kehilangan sosok yang menyenangkan seperti bapak . 
Sosok yang bisa menirukan suara Donald Duck , sosok yang sangat menyenangkan . 
Tatapan yang lembut sudah tak kami lihat lagi diruang Seni Kaligrafi . 
Kami kehilangan bapak , kami tanpa arah . 
   Bapak, ingat kami selalu, ingat kenangan kita menulis dan mengukir huruf kaligrafi . 
Tetapi, bapak tidak sempat mengajarkan kami menulis Kaligrafi di kanvas dan di kulit kambing.
Tak apalah , kami hanya berharap bapak tenang disana . 

Selamat Jalan Pak Muz ...  

Bapak tak akan pernah saya lupakan :)


Nb : Pak, kalau ketemu dengan Bambang Sucipto , dia ayah saya . Sampaikan salam saya untuknya ya pak . :)

Komentar

Postingan Populer