It's my destiny
Hem .. sudah lama sebenarnya saya tidak posting blog lagi . Hari ini entah kenapa mood saya turun sekali . Yah mungkin saya tidak menceritakan banyak hal kepada followers - followers saya ini . Mulai dari tanggal 25 Juni 2010 . Hari itu saya bagi raport lho .. sempat bingung akan jurusan, saya suka bahasa namun pacar saya itu tidak senang kalau saya masuk bahasa . Saya seperti tertohok pada saat itu, seperti berkata :
"Woy ini impian gue dari dulu . Dengan enaknya lo bilang gak suka sama impian gue ini ? dan lo ngelarang gue hanya karena image anak bahasa yang gak baik ? Lo egois banget ! " Dan malam itu saya menangis .
Mungkin bodoh kalau dipikir pikir saya harus menuruti kemauan orang itu . Tapi disisi lain omongan dia ada benarnya juga . Dia gak mau kalau saya sampai terjerumus pergaulan yang rada "gitu" di jurusan itu . Sedikit menghela nafas saya mulai berkaca pada cermin "Ini wajah dua tahun kedepan lulus di jurusan apa ya ?" Saya lebih memantapkan diri saat saya berkonsultasi dengan ibu saya yang saat itu masih dalam keadaan capek saat pulang kerja :
Saya : " Bu.. erna masuk jurusan apa ya bu? "
Ibu : " Apa aja terserah . Ktanya kamu mau ke bahasa ? ibu sih dukung aja"
Saya: " Tapi dengan alasan lain yang udah pernah erna bilang ke ibu kalau bahasa itu .. "
Ibu : " Jangan urusin pikiran yang gak penting seperti itu . Kamu fokus sama satu tujuan kamu"
Saya : "Erna boleh ke IPS ga bu ? "
Ibu :" Terserah .. " Meninggalkan saya sambil melepas pegangan tangan saya . Dia kecewa .
Hari itu saat ambil rapot tiba, perasaan saya campur aduk, antara harus senang ataupun harus mati saat itu juga . Ibu terlihat sudah memasuki kelas . Entah berapa lama saya berpikir di balkon . Dalam pikiran saya :
Kalau memang jurusan apa saja yang saya terima nanti, itu memang sudah ditentukan oleh tuhan , Mau saya meminta pendapat pada orang lainpun apabila itu sudah yang saya terima saya harusnya bersukur . Karena itu TAKDIR . Apapun jurusan yang akan saya tekuni dua tahun kedepan nanti adalah takdir saya . It's My Destiny .
Oke tiba saatnya saya duduk disebelah ibu saya . Dia tegang . Apalagi saya, gemetaran tak karuan .
Temanku yang sudah mengambil raport duluan dan dia masuk jurusan bahasa karena kemauannya . Beruntung sekali dia . Dan tibalah saat ibu saya maju dan saya mendampinginya . Oke wajah wali kelas saya tersenyum menyeringai "Erna Cahyani .. Nah ini dia " Sambil mengambil buku biru itu .
Wajah saya semakin tegang, dan ketika raport diberikan ..
"Nilai mencukupi untuk melanjutkan ke kelas XI dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial"
Saya lega . Saya naik kelas dan masuk jurusan IPS . Jurusan yang diinginkan dia dan cukup saya minati walaupun tidak sebanyak bahasa . Saya melihat raut wajah ibu saya yang ikut tersenyum melihat saya senang dengan jurusan itu . Dia ibu terbaik yang pernah ada .
Yeah ... Semuanya senang pada hari itu . Termasuk saya .
Pacar saya datang hari itu untuk mengambil BTS (Buku Tahunan Sekolah) . Hem dia menghampiri saya . DIa bertanya apa jurusan yang saya dapatkan dan saya menjawab IPS . Dia tersenyum dan mengucap "Bagus" .
Ya ... bagus , setidaknya saya tidak mengecewakan dia dan saya tidak sekelas dengan orang itu . Kami ngobrol dengan suasana cair . Semua teratur . Saya mengobrol saat itu adalah takdir saya .
Saya hidup hari ini adalah takdir ..
Saya duduk diwarnet ini adalah takdir ..
Dan .. Saya posting hari ini adalah takdir ..
"Woy ini impian gue dari dulu . Dengan enaknya lo bilang gak suka sama impian gue ini ? dan lo ngelarang gue hanya karena image anak bahasa yang gak baik ? Lo egois banget ! " Dan malam itu saya menangis .
Mungkin bodoh kalau dipikir pikir saya harus menuruti kemauan orang itu . Tapi disisi lain omongan dia ada benarnya juga . Dia gak mau kalau saya sampai terjerumus pergaulan yang rada "gitu" di jurusan itu . Sedikit menghela nafas saya mulai berkaca pada cermin "Ini wajah dua tahun kedepan lulus di jurusan apa ya ?" Saya lebih memantapkan diri saat saya berkonsultasi dengan ibu saya yang saat itu masih dalam keadaan capek saat pulang kerja :
Saya : " Bu.. erna masuk jurusan apa ya bu? "
Ibu : " Apa aja terserah . Ktanya kamu mau ke bahasa ? ibu sih dukung aja"
Saya: " Tapi dengan alasan lain yang udah pernah erna bilang ke ibu kalau bahasa itu .. "
Ibu : " Jangan urusin pikiran yang gak penting seperti itu . Kamu fokus sama satu tujuan kamu"
Saya : "Erna boleh ke IPS ga bu ? "
Ibu :" Terserah .. " Meninggalkan saya sambil melepas pegangan tangan saya . Dia kecewa .
Hari itu saat ambil rapot tiba, perasaan saya campur aduk, antara harus senang ataupun harus mati saat itu juga . Ibu terlihat sudah memasuki kelas . Entah berapa lama saya berpikir di balkon . Dalam pikiran saya :
Kalau memang jurusan apa saja yang saya terima nanti, itu memang sudah ditentukan oleh tuhan , Mau saya meminta pendapat pada orang lainpun apabila itu sudah yang saya terima saya harusnya bersukur . Karena itu TAKDIR . Apapun jurusan yang akan saya tekuni dua tahun kedepan nanti adalah takdir saya . It's My Destiny .
Oke tiba saatnya saya duduk disebelah ibu saya . Dia tegang . Apalagi saya, gemetaran tak karuan .
Temanku yang sudah mengambil raport duluan dan dia masuk jurusan bahasa karena kemauannya . Beruntung sekali dia . Dan tibalah saat ibu saya maju dan saya mendampinginya . Oke wajah wali kelas saya tersenyum menyeringai "Erna Cahyani .. Nah ini dia " Sambil mengambil buku biru itu .
Wajah saya semakin tegang, dan ketika raport diberikan ..
"Nilai mencukupi untuk melanjutkan ke kelas XI dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial"
Saya lega . Saya naik kelas dan masuk jurusan IPS . Jurusan yang diinginkan dia dan cukup saya minati walaupun tidak sebanyak bahasa . Saya melihat raut wajah ibu saya yang ikut tersenyum melihat saya senang dengan jurusan itu . Dia ibu terbaik yang pernah ada .
Yeah ... Semuanya senang pada hari itu . Termasuk saya .
Pacar saya datang hari itu untuk mengambil BTS (Buku Tahunan Sekolah) . Hem dia menghampiri saya . DIa bertanya apa jurusan yang saya dapatkan dan saya menjawab IPS . Dia tersenyum dan mengucap "Bagus" .
Ya ... bagus , setidaknya saya tidak mengecewakan dia dan saya tidak sekelas dengan orang itu . Kami ngobrol dengan suasana cair . Semua teratur . Saya mengobrol saat itu adalah takdir saya .
Saya hidup hari ini adalah takdir ..
Saya duduk diwarnet ini adalah takdir ..
Dan .. Saya posting hari ini adalah takdir ..
Komentar
Posting Komentar